Akan Ada Bencana Kekeringan Dan Kelaparan Sebelum Dajjal Muncul Di Akhir Zaman

Akan Ada Bencana Kekeringan Dan Kelaparan Sebelum Dajjal Muncul Di Akhir Zaman
Akan Ada Bencana Kekeringan Dan Kelaparan Sebelum Dajjal Muncul Di Akhir Zaman | Kisah Akhir Jaman - Manusia diberi ujian dan cobaan yang sangat berat sebelum kedatangan Dajjal. Langit tidak menurunkan hujan dan bumi kering kerontang sehingga tanaman tidak tumbuh.

Dalam Sunan Ibn Majah, Shahih Ibn Khuzaimah dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dari Abu Umamah bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya menjelang kemunculan Dajjal ada tiga tahun yang sangat berat. Pada tahun-tahun tersebut, manusia dilanda bencana kelaparan. Pada tahun pertama, Allah memerintahkan langit untuk tidak menurunkan sepertiga hujannya, dan memerintahkan bumi untuk tidak menumbuhkan sepertiga tetumbuhannya. Pada tahun kedua, Allah memerintahkan langit untuk tidak menurunkan dua pertiga hujannya, dan memerintahkan bumi untuk tidak menumbuhkan dua pertiga tetumbuhannya. Pada tahun ketiga, Allah memerintahkan langit untuk tidak menurunkan semua hujannya, sehingga tak ada setetes pun air hujan, dan Allah memerintahkan bumi untuk tidak menumbuhkan semua tetumbuhannya, sehingga tumbuhan hijau tidak tumbuh. Akibatnya, hewan-hewan ternak semuanya binasa dan mati kecuali yang dikehendaki hidup oleh Allah."

Beliau ditanya, ‘Apa yang membuat manusia hidup pada zaman itu?’

Jawab beliau, “Tahlil, takbir, tahmid. Itu semua mencukupi mereka seperti halnya makanan’" [islampos]

Konspirasi Global Penghancuran Islam Di Indonesia

Konspirasi Global Penghancuran Islam Di Indonesia
Konspirasi Global Penghancuran Islam Di Indonesia | Kisah Akhir Jaman - Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar dunia juga menjadi salah satu target penghancuran oleh pihak Zionis-Amerika.

Berbagai upaya licik dan terselubung dilaksanakan secara perlahan-lahan agar kita tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat dan membuat akal makin tumpul untuk melihat sebuah kebenaran hakiki.

Adapun skenario-skenario yang dirancang untuk menghancurkan Islam indonesia adalah sebagai berikut :

Pembelokan Ideologi Islam/Akidah.
Badan Intelejen Amerika Serikat, CIA (Central Intellegent Agency) membentuk lembaga dana sosial bernama “Asia Foundation” yang mengucurkan dana 1,4 milyar dollar per tahun. Badan ini sebagai pengusung dan sponsor gerakan SEPILIS yaitu penyakit Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme yang merusak akidah agama.

Mereka berprinsip “Bunuh anjing dengan anjing jangan kotori tangan kita dengan darah anjing”. Maka dibuatlah skenario besar, salah satunya memberi beasiswa pemuda Islam untuk study Islam ke Universitas yg sengaja mereka sediakan untuk menghancurkan akidah seperti mengajarkan filsafat Hermeneutika utk menafsirkan al-Qur’an. Dengan harapan sekembalinya ketanah air mereka menjadi boneka kaki-tangan yang dapat menghancurkan umat Islam dari dalam. Jaringan Islam Liberal inilah hasil kerja keras mereka untuk membelokan akidah umat Islam.Hasilnya? Prof. AKKBB, Prof. Dr. Musdah Mulia menghalalkan pernikahan sejenis, Ulil Abshar Abdala mengatakan bahwa semua agama benar, Islam belum tentu yang paling benar dan disurga nanti kita bisa berdampingan dengan umat lain, JIL di Semarang menulis buku “Indahnya Perkawinan Sejenis”,dll. Sontak pihak Amerika lompat-lompat kegirangan, Prof. Mesum inipun langsung diterbangkan ke Amerika dan diberi penghormatan dan medali kehormatan sebagai wanita pembaharu Islam. Asia Foundation sengaja memberikan dana yang besar jika ketahuan ada aliran yang menyimpang dari Islam yang bertujuan untuk membelokan akidah agar umat Islam terjauh dari fundamental al-Qur’an dan as-Sunah sekaligus sebagai alat pemecah belah.

Yang lebih parah lagi demi alasan kesetaraan gender, JIL Amerika mengadakan shalat Jum’at, yaitu oleh seorang wanita bernama Dr. Aminah Wadud dia sendiri imamnya padahal banyak pria, yang adzan wanita, terus posisi makmumnya selang-seling pria dan wanita. Lebih ngeri lagi shalat Jum’atnya digereja Kathedral Saint John Manhattan, Amerika, padahal ada masjid. Ahmadiyah juga bentukan Inggris, digunakan sebagai alat pemecah-belah umat Islam, pembelokan akidah sekaligus untuk meredam perlawanan kepada penjajah Inggris karena dalam ajaran Ahmadiyah ada pelarangan jihad, dana dari Eropa dan Amerika begitu hebat mengalir keberbagai LSM bentukan asing di Indonesia jika ada ketahuan aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

Mereka langsung mem-backup-nya dan dilindungi olehnya, begitu umat Islam memprotesnya karena menyimpang dari akidah, LSM-LSM boneka Yahudi inilah yang akan langsung memprotes gerakan umat Islam untuk membubarkan Ahmadiyah karena dianggap telah melanggar hak azasi manusia dalam kebebasan beragama dan beribadah serta memecah-belah Negara kesatuan Pancasila, begitulah saudara-saudaraku taktik politik licik mereka dalam metode menghancurkan Islam secara sistematis.


Kekerasan/Militer.
Amerika dapat menyerang kedaulatan Negara lain walaupun tanpa bukti dan ditentang oleh Negara lain. Di Iraq sudah lebih dari satu juta orang muslim meninggal (insya Allah syahid) akibat serangan militer Amerika namun sampai detik ini tidak terbukti dan sudah dibuktikan oleh penyelidik internasional bahwa Iraq tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti yang dituduhkan. Amerika menyerang ke Iraq lebih cenderung motif untuk menguasai kekayaan alam Iraq dan Iraq dijadikan Negara boneka/kaki tangan Amerika.
Afghanistan adalah korban dari kelicikan Negara Amerika. Sewaktu perang dingin Uni Sovyet dan Amerika, Amerika tidak berani menyerang Negara itu, akhirnya memanfaatkan para pejuang Islam Afghanistan untuk melawan Sovyet dan akhirnya memang bisa menghancurkan pasukan Sovyet yang memiliki peralatan super canggih. Namun hanya karena Taliban ingin menerapkan syari’ah dalam negaranya yang didukung oleh rakyatnya sendiri maka akhirnya dibuatlah skenario isu terorisme untuk menyerang balik Taliban oleh tentara Amerika, Inggris dan berbagai Negara kafir bahu-membahu untuk menghancurkan penegak Syari’ah Allah ini.

Mereka memfitnah bahwa Taliban-lah yang menanam opium padahal kita tahu justru Taliban-lah yang sangat keras hukumnya bagi penanam opium dan sering dihukum mati pengedarnya oleh Taliban, justru Amerikalah yang mendanai untuk menanam tanaman haram ini yang digunakan Amerika untuk tujuan medis maupun militer sebagai penghilang rasa sakit.

Sebuah ambisi mendirikan Negara yang rasis dari sebuah gerakan yang disebut Zionisme, Israel telah banyak membantai penduduk Palestina dan Arab dan mencaplok wilayah Negara mereka, pembela HAM dunia Amerika memiliki standar ganda untuk urusan yang satu ini, setiap hari selalu ada saja kekerasan, pelecehan, penganiyaan dan penghinaan terhadap warga Palestina ini. PBB yang seharusnya menjadi pemecah masalah dari semua kekejian ini hanya bungkam seribu bahasa terveto suara dan haknya oleh kaum kafir, seolah keadilan didunia ini hanya dimiliki segelintir orang saja dan digunakan sekehendak mereka.

Dibelahan dunia lain, hanya dikarenakan penduduknya memeluk Agama Allah/Islam, Kristen ortodhox Serbia telah membunuh 650.000 Muslim Bosnia dengan cara yang sangat tidak manusiawi (Genocide/Ethnic/Religion Cleansing), di Sudan, Aljazair, Chechnya, Taijikistan, Kashmir, Pakistan, Somalia, muslim Uyghur China, muslim Moro Philipina, muslim Pattani Thailand, dll. Bahkan pembantaian muslim itu terjadi dinegara kita sendiri yg jumlah muslimnya terbesar didunia. Yaitu peristiwa Poso dan Ambon. Tidak ngeri bagaimana ketika anak-anak santri didaerah itu digilir dan diantri utk disembelih lalu mayatnya dibuang kesungai. Mereka ingin kita diam saja, seperti kambing bodoh saja mau diantri untuk disembelih, begitu kita melawan, mereka langsung mensyutingnya lalu mengatakan kita yg teroris. Who is the real teroris..?



Merusak Tatanan Sosial Budaya.

  1. Dengan merusak pemuda dan pemudi dengan Fun, Food and Fashion sehingga perlahan-lahan melupakan akan kewajiban syari’ah Islam.
  2. Dibentuknya LSM-LSM yang didanai asing untuk menghancurkan akhlak pemuda-pemudi bangsa dengan berbagai macam agenda acara serta visi misinya.
  3. Masuknya ikon/symbol besar pornografi dunia ke Indonesia yaitu majalah Playboy dan majalah-majalah lainnya yang menghancurkan akidah umat Islam.
  4. Diabaikannya Perda Syari’ah, UU SISDIKNAS, UU ZAKAT, UU Pornogarfi/aksi, dll. dalam sistem demokrasi.
Agen intelijen asing mengeluarkan dana yang cukup besar dengan memuat tulisan-tulisannya/berita-beritanya untuk melunturkan akidah umat Islam, di media TV dengan acara yang sangat merusak mental bangsa Indonesia, dan mengusung Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme, membuat propaganda anti Islam dengan mengidentikannya dengan teroris, padahal ajaran Islam sangat anti-Terorisme dengan cara yang sangat halus, sehingga umat Islam perlahan-lahan mengalami degradasi mental dan meniru kebudayaan ala Barat dan merasa asing dengan agamanya sendiri padahal jika mati akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.


Penerapan Sistem Kapitalisme Dalam Bidang Ekonomi.
Sistem Kapitalisme hanya mengeksploitasi sumber daya alam dan penduduknya dan sama sekali tidak menyejahterakan dan hanya membuat sengsara saja.


Politik.
  1. Sejatinya PBB, NATO, dll hanyalah boneka bentukan Amerika yang bertujuan untuk mencapai ambisi tujuannya semata. Mereka bisu terhadap kekejian dan penjajahan bangsa Israel terhadap Palestina, penyerangan ke Iraq walaupun tanpa bukti kuat dan ditentang
  2. Negara lain, dan masih banyak kasus lainnya. Amerika memiliki standar ganda terhadap kepentingannya.
  3. Mengancam Negara lain yang berseberangan dengan ideologinya melalui ancaman embargo, Militer, dll.
  4. Mendukung dan memberikan study sistem Demokrasi oleh si-Pengusung demokrasi yaitu Amerika yang jelas-jelas merupakan thagut dan diharamkan oleh Islam, karena Demokrasi adalah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, suara Tuhan suara rakyat, Kedaulatan berada ditangan rakyat bukan ditangan Syari’at Islam. Rakyat diberi kuasa membuat hukum walaupun bertentangan dengan hukum Allah.
  5. Walhasil, di segala bidang kehidupan kita sudah terkena fitnah Dajjal ini baik bidang IDEOLOGI, POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, HUKUM, BUDAYA, PERTAHANAN serta KEAMANAN.
Begitulah mereka menghancurkan Islam secara sistematik detik demi detik siang malam tanpa henti untuk menghancurkan Islam.

Kita tidak sadar ada perang dunia ketiga, yaitu GLOBAL WAR AGAINST ISLAM. Dan fitnah Dajjal ini sudah masuk ke ranah Indonesia yang kita cintai ini. Mari kita rapatkan barisan saudaraku untuk melindungi umat Islam dari fitnah Dajjal ini. [LembagaDakwahAdjis - MKYDMI]

7 Golongan Dalam Naungan Allah SWT Di Akhir Zaman

7 Golongan Dalam Naungan Allah SWT Di Akhir Zaman
7 Golongan Dalam Naungan Allah SWT Di Akhir Zaman | Kisah Akhir Jaman - Inginkah kita mendapat perlindungan dari Allah SWT? Beberapa hadis mengungkapkan bahwa di akhir hayat nanti manusia akan dinaungi oleh Allah SWT. Dan tentu saja, sebagai Muslim, tak ada manusia yang tak ingin berada dekat denganNya.

Sabda Rasulullah SAW : “Tujuh Golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat yang tiada tempat berteduh selain yang diizinkan Nya swt, Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan beribadah pada Tuhannya, orang yang mencintai masjid masjid, dua orang yang saling menyayangi karena Allah, bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah, orang yang diajak berbuat hina oleh wanita cantik dan kaya namun ia berkata: ‘Aku Takut pada Allah, pria yang sedekah dengam sembunyi-sembunyi, dan orang yang ketika mengingat Allah dalam kesendirian berlinang airmatanya,” (Shahih Bukhari).

Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari hadits di atas:

1.Seorang pemimpin (Imam) yang adil.
Pemimpin adil bukan hanya dicintai rakyatnya, melainkan dicintai pula oleh Allah dan berhak mendapatkan naungan-Nya di hari kiamat nanti. Pemimpin di sini bisa saja presiden, gubernur, bupati, camat, lurah atau kepala rumah tangga (suami). Karena setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai Allah SWT. Pertanggung jawabannya kelak. Untuk itu, seorang pemimpin harus bertindak adil sehingga semua orang yang dipimpinya bisa merasakan pelayanan yang maksimal dan penegakan ketentuan yang benar.


2.Pemuda maupun pemudi yang tumbuh dalam keadaan selalu beribadah kepada Allah.
Jiwa seorang pemuda maupun pemudi cenderung suka ‘bersenang-senang’. Karena itu, jika ia ‘memaksa’ hati dan raganya untuk sibuk beribadah kepada-Nya, itu pertanda betapa kuat ketakwaan pada dirinya. Maka pantaslah baginya naungan Allah kelak. Masa muda adalah masa di mana syahwat sedang memuncak sehingga tidak jarang banyak pemuda terjerumus dalam kemaksiatan. Pemuda yang mampu mengisi hari-harinya dengan ibadah adalah yang terselamatkan di hari kiamat. Sebagaimana kisah Ashabul Kahfi (Para pemuda Kahfi) yang menghindari kezaliman penguasa untuk menyelamatkan aqidah mereka.


3.Seseorang yang hatinya terikat dengan masjid.
“Maknanya adalah sangat mencintai masjid dan selalu menjaga shalat jamaah di dalamnya. Dan maknanya bukanlah selalu duduk di masjid. ” (Syarh Shahih Muslim juz 3hal. 481)

Karena itu, siapa yang menjaga shalat jamaah di masjid, selalu merasa rindu dengan masjid, senantiasa rindu beribadah di dalamnya, bergembiralah…Naungan Allah kan kau dapatkan di hari kiamat nanti. Orang yang tidak akan melewatkan setiap kesempatan untuk memakmurkan masjid dengan ibadah dan amal-amal sholeh, terutama sholat fardhu berjama’ah. Hatinya selalu ‘risau’ bila jauh dari masjid, dan merasa sedih bila tak bisa mendatanginya di waktu-waktu sholat berjama’ah dan ketika majelis ta’lim diadakan.


4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah.
 “Maksudnya yaitu mereka berdua senantiasa dalam kecintaan karena agama. Mereka tidak memutus kecintaan itu karena alasan duniawi, baik mereka berkumpul sebenarnya (secara fisik) atau tidak, sampai maut memisahkan mereka berdua. ” (Fathulbari juz 2 hal. 485 Maktabah Syamilah)

Ya, inilah cinta yang dimiliki para pecinta di jalan-Nya. Cinta yang dibangun di atas kecintaan karena-Nya. Bukan cinta yang tumbuh karena tujuan duniawi dan jauh dari tendensi pribadi. Berkumpul dan berpisah karena Allah.

Tingkatan hubungan keimanan tertinggi adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Bila dua orang saling mencintai karena masing-masing selalu menjaga kecintaannya pada Allah, bertemu dalam kerangka mengingat Allah dan berpisah dengan tetap dalam dzkir pada Allah maka keduanya akan selamat di hari kiamat.


5. Seorang lelaki yang diajak wanita cantik untuk berzina dan menjawab “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”.
“Karena sesungguhnya kejadian itu bisa saja terjadi pada perempuan yang diajak (berbuat zina) oleh seorang raja yang tampan, misalnya, lalu ia menolak ajakan tersebut karena takut kepada Allah walaupun ia memiliki hasrat untuk itu. ” (Fathulbari juz 2 hal. 485)

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al Isra’ : 32 )


6. Sedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kiri tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanan.
“Perkataan Nabi: ‘Hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan tangan kanannya’.” Maksudnya sangat merahasiakan sedekah dan menjauhkannya dari kemungkinan timbulnya riya’ (ingin dilihat dan dipuji).


7. Seseorang yang menangis karena Mengingat Allah dan Rasa takut-Nya kepada Allah. 
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap-harap cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami. ” (QS. Al-Anbiya’ : 90)

“Ada dua mata yang tidak akan dijilat api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga di jalan Allah. ” (HR. Tirmidzi no. 1563 Maktabah Syamilah)

"Dzikir bagi orang beriman ibarat nafas bagi makhluk hidup, ketika seseorang tidak lepas dari dzikir baik di siang maupun di malam hari maka seolah makhluk hidup yang selalu bisa bernafas bebas. Mengingat Allah hingga meneteskan air mata adalah sesuatu yang sulit, kecuali bagi orang yang hatinya telah lunak oleh hidayah Allah. Sebagaimana ciri orang beriman, ketika mendengar kalimat Allah maka bergetarlah hatinya dan ketika mendengar Al Qur-an maka bertambahlah iman mereka."(HR Bukhari & Muslim). [islampos]

Maraknya Perzinahan Pertanda Semakin Dekatnya Kiamat

Maraknya Perzinahan Pertanda Semakin Dekatnya Kiamat
Maraknya Perzinahan Pertanda Semakin Dekatnya Kiamat | Kisah Akhir Jaman - “Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf. Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda akan hancurnya dunia dan semakin dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Imam al Qurthubi dalam kitabnya al-Mufhim Limaa Asykala min Talkhiishi Muslim, dalam mengomentari hadits Anas di atas, mengatakan:

“Dalam hadits ini terdapat tanda kenabian, yaitu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan beberapa perkara yang akan terjadi, lalu secara khusus telah terjadi pada zaman sekarang ini.” (Fathul Baari: 1/179)

Kalau hal ini telah terjadi pada zaman imam al Qurthubi, maka pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi, mengingat semakin banyaknya kebodohan terhadap dien dan semakin tersebarnya kerusakan di antara manusia.

Pada akhir zaman banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan. Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya. Wal ‘iyadl Billah.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy’ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik.” (HR. Bukhari)

Makna yastahilluuna (menghalalkan), menurut Ibnul ‘Arabi adalah mereka meyakininya sebagai sesuatu yang halal, sehingga mereka terus-menerus melakukannya tanpa beban, seolah-olah menikmati sesuatu yang halal. (Disarikan dari ucapan Ibnul ‘arabi dari Fathul Baari: 16/61 dari Maktabah Syamilah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.” (HR. Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)

Dan pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang yang jelek yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallah ‘anhu :

“Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” (HR. Muslim)

Gambaran semacam ini sudah nampak di negeri kita, sebagaimana yang dilakukan para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Tapi, jika dibandingkan di Barat mungkin belum lah separah di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan yang di Barat pun akan terjadi di sini, sebagaimana fenomena akhir-akhir ini terjadi, sebagian orang sudah berani merekam perbuatan bejatnya bersama wanita zinanya. Maka mungkin saja, zina di jalan-jalan dapat terjadi.

Dari Abdullah bin Umar radliyallah ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.”

Ibnu Abbas radliyallah ‘anhuma berkata : “Mereka pada masa jahiliyah memandang zina yang lakukan dengan sembunyi-sembunyi tidaklah mengapa. Namun, mereka memandang buruk zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Lalu Allah mengharamkan zina yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.” [Islampos]

Kafir Dunia Bersatu Memboikot Brunei Karena Menerapkan Hukum Syariat Islam

Kafir Dunia Bersatu Memboikot Brunei Karena Menerapkan Hukum Syariat Islam
Kafir Dunia Bersatu Memboikot Brunei Karena Menerapkan Hukum Syariat Islam | Kisah Akhir Jaman - Takut Hukum Islam, Selebritas dan Pengusaha Dunia Boikot Brunei.

Belum lama Brunei Darussalam menerapkan hukum syariat Islam, beberapa kalangan langsung menyatakan penolakan. Tak terkecuali selebritas dan pengusaha kelas dunia. Mereka dilaporkan ramai-ramai melakukan aksi boikot. Salah satunya adalah sebuah yayasan feminis yang berkantor di AS juga ikut serta dalam aksi tersebut.

Selain itu, pemilik perusahaan raksasa kelompok Virgin asal Inggris, Richard Branson, berjanji melakukan boikot dengan tidak menginapkan karyawannya di hotel jaringan yang berkaitan dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

“Tidak ada karyawan Virgin ataupun keluarga kami yang akan menginap di Dorchester Collection sampai Sultan mematuhi HAM,” ujar milyarder Inggris lewat akun Twitter-nya seperti dikutip New Straits Times, Senin, 5 April 2014.

Dorchester Collection merupakan jaringan hotel mewah di Inggris yang memiliki Hotel Beverly Hills di Los Angeles.

Sebelumnya, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah telah mengumumkan penerapan hukum syariat di negara itu pada 1 Mei lalu.

Meskipun mendapat pertentangan dari berbagai pihak, Sultan Hassanal Bolkiah tetap akan memeberlakukan hukkum Islam, karena menurutnya hukum ini adalah warisan sejarah Brunei dan ketetapan Allah agar mampu menciptakan keadilan. --(Islam Pos)--

Inilah 7 Cara Mengenali Nabi Isa AS Di Akhir Jaman

Inilah 7 Cara Mengenali Nabi Isa AS Di Akhir Jaman
Inilah 7 Cara Mengenali Nabi Isa AS Di Akhir Jaman | Kisah Akhir Jaman - Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa AS tidak wafat dan telah diangkat ke haribaan Allah serta dia akan kembali lagi ke bumi. Hal itu telah diterangkan secara gamblang dan jelas dalam ayat-ayat Al-Qur'an.

''Setelah semua yang telah disebutkan ini, pertanyaan selanjutnya yang akan muncul di dalam benak kita adalah, 'bagaimana kita akan mengenali Nabi Isa ketika dia kembali lagi ke bumi dan sifat-sifat apa yang dimilikinya sehingga dia dapat dikenali?','' ungkap Cendekiawan Muslim, Harun Yahya.

Menurut dia, pada tahap ini, sumber khusus yang dapat menjadi rujukan adalah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Harun Yahya menuturkan, Al-Qur'an, baik dalam ayat-ayat maupun dalam kisah-kisah tertentu, memberikan beragam keterangan kepada kita yang berhubungan dengan nabi-nabi terdahulu.

Banyak sifat umum yang dimiliki oleh para nabi dan para pengikut kaum mukminin sejati yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Selain itu, kata diam adalah mungkin untuk menemukan semua sifat para kaum mukminin yang ada dalam ayat-ayat Al-Qur'an.

Dalam konteks ini, sifat-sifat mulia Nabi Isa yang berhubungan dengan masalah keimanan juga digambarkan dalam Al-Qur'an. ''Demikian juga, merujuk kepada Alquran, umat beriman yang tulus dapat memiliki sifat-sifat yang mulia ini yang dapat diamati pada diri Nabi Isa dan berdasarkan hal tersebut mereka dapat mengenalinya.''

Menurut Said Nursi,  selama tahun-tahun awal kedatangannya yang kedua, manusia yang mengetahui Nabi Isa akan terbatas pada kelompok kecil yang dekat dengannya. Selain itu, ini hanya akan mungkin dengan "cahaya keimanan".

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS Al-Anfaal : 29).

Harun Yahya menuturkan,  mereka yang akan mengenali Nabi Isa selama kedatangannya yang kedua dan mengikutinya, pasti adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Al-Qur'an serta berfikir secara mendalam tentang segala sesuatu.

Lalu, Sifat-sifat apa yang dimilikinya sehingga Nabi Isa bisa dikenali?

''Merujuk kepada Al-Qur'an dalam mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini, yang seharusnya pertama-tama kita lakukan adalah mencari sifat-sifat umum yang dimiliki oleh para nabi dan rasul yang diterangkan dalam Alquran,'' Berikut 7 cara mengenali sosok Nabi Isa di Akhir Zaman.


1. Dia berbeda dari manusia kebanyakan karena nilai-nilai moralnya yang luar biasa
Menurut Harun Yahya, seperti halnya semua nabi yang dipilih oleh Allah untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya kepada umat manusia, Nabi Isa dikenal karena nilai-nilai moralnya yang istimewa. Sifat yang paling membedakannya adalah keteladanannya, yang dengan segera akan tampak dalam masyarakat di mana ia tinggal.

''Tentu, dia mempunyai suatu karakter keteladanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di alam ini dan mempengaruhi siapa saja pada pandangan pertama,'' ujarnya.

Ia adalah seorang yang sangat komitmen, pemberani dan kuat, manifestasi dari kebenaran dia sandarkan kepada Allah, dan kemurnian keimanannya kepada-Nya. Dengan karakter yang demikian, dia mempunyai pegaruh yang disukai oleh setiap orang. Kemuliaannya ini, yang juga dimiliki oleh semua nabi, diterangkan dalam ayat:

"Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya, Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugrahkan Ishaq dan Ya'qqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu juga telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian keturunannya (Nuh), yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakariya, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, dan Ismail, Ilyasa', Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (pada masanya), dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (QS Al-An'aam : 83-87 )

Sifat-sifat yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul-Nya diungkapkan dengan tepat dalam ayat di atas. Ada banyak contoh lain yang dijelaskan dalam Al-Qur'an. Pernyataan-pernyataan di bawah ini memberitahukan kepada kita tentang sifat-sifat mulia yang diberikan kepada para nabi dan rasul:

"Sesungguhnya, Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah lagi hanif..." (QS An-Nahl : 120)

"Dan ingatlah hamba-hamba kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi." (QS Shaad : 45)

"Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang terbaik." (QS Shaad : 47)

"Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan, 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman." (QS An-Naml : 15)

Nabi Isa juga merupakan salah seorang nabi pilihan Allah. Allah berfirman dalam ayat, "Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus..." (QS Al-Baqarah : 253)


2. Dia akan dikenali pada ekspresi wajahnya yang hanya dapat dilihat pada diri para nabi dan rasul
Allah menginformasikan kepada kita dalam Al-Qur'an bahwa kemuliaan mereka yang dipilih-Nya dapat dikenali melalui pengetahuan dan juga melalui kekuatan fisik yang dimilikinya:

''...Nabi (mereka) berkata, "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugrahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al-Baqarah : 247)

Dengan dianugerahi hikmah, kekuatan fisik, pengetahuan, dan karakter yang sempurna,  Nabi Isa akan mempunyai suatu ekspresi wajah yang hanya dapat dilihat pada diri para nabi dan rasul. Rasa takutnya kepada Allah dan cahaya keimanannya yang tulus akan tampak pada raut wajahnya. Ekspresi pada wajahnya ini langsung membedakannya dari manusia kebanyakan dan manusia yang melihatnya akan segera merasakan bahwa mereka sedang bertemu dengan orang yang istimewa. Tentu, tidak semua orang akan menyepakati hal ini. Di luar itu, akan ada beberapa orang yang tidak mengacuhkan kemuliaan ini. Alih-alih merasakannya ke lubuk hati yang dalam, mereka memberikan penolakan yang telak, menganggap kehadirannya sebagai ancaman bagi eksistensi mereka. Hanya mereka yang mempunyai keimanan yang tulus yang akan memahami kemuliaan ini dan memberikan penghargaan kepadanya.

Allah menginformasikan kepada kita bahwa Nabi Isa adalah "...seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)" (QS Ali Imran : 45)

Karenanya, Nabi Isa akan dikenali oleh mereka yang berada di sekelilingnya karena kehormatan dan keistimewaan yang hanya dapat dilihat pada mereka yang telah dipilih Allah.


3. Dia mempunyai hikmah terkemuka dan lisan yang tegas
''Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya..."  (QS Al-An'aam : 89)

Sepanjang sejarah, menurut Harun Yahya, Allah menyampaikan pesan ajaran dan wahyu-Nya melalui para utusan-Nya. Dia juga menganugrahkan hikmah kepada para utusan ini: gaya bicara yang lugas dan tegas, sikap yang penuh keteladanan dalam menggabungkan aksi-aksi kebenaran dan dalam mencegah perbuatan-perbuatan mungkar. Semua itu merupakan sifat-sifat umum yang dimiliki oleh para nabi dan rasul. Dalam Al-Qur'an, Allah juga memberikan perhatian kepada hikmah yang dianugrahkan kepada setiap nabi.
Misalnya, untuk Nabi Daud (as), Allah berfirman: "Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (QS Shaad : 20)

"Allah menganugrahkan al-Hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak..." (QS Al-Baqarah : 269)

Allah telah memberikan anugerah kepada semua nabi dan rasul. Anugerah ini juga ditujukan bagi  Nabi Isa, sebagaimana kita ketahui dari Alquran:

''(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) ketika Aku mengajar Al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil...'' (QS Al-Maa'idah : 110)

Dan tatakala Isa membawa keterangan, dia berkata, "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku." (QS As-Zukhruf : 63)

Dari ayat-ayat yang jelas ini, dapat kita simpulkan bahwa satu sifat khusus Nabi Isa, sehingga kita dapat mengenalinya adalah lisannya yang tegas, lugas, dan menyentuh. Sebagaimana isu-isu lainnya, sikap bicaranya yang tegas merupakan satu sifat umum yang menyentuh yang dimiliki oleh para nabi pada umumnya.

Hikmah yang dia perankan, diagnosis yang sempurna yang dia buat, dan solusi-solusi cerdas yang dia bawa akan menjadi tanda-tanda yang jelas dari pemberian khusus yang dianugerahkan Allah. Tidak ada seorang pun di sekelilingnya yang akan dapat memainkan peran seistimewa perannya, yang akan membuat kemuliannya lebih jelas lagi.


4. Dia sangat terpercaya
Setiap rasul yang memperkenalkan dirinya kepada kaum di mana dia diutus, dia akan mengatakan: "Sesungguhnya, aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu." (QS Asy-Syu'araa' : 107)

Kepercayaan yang dimiliki oleh para rasul adalah suatu hasil dari ketaatan mereka kepada Kitab dan agama Allah serta kewajiban-kewajiban yang dibebankan-Nya. Mereka secara cermat mengamati norma-norma yang dibuat Allah dan tidak pernah menyimpang dari jalan-Nya yang benar. Mereka hanya berkeinginan untuk mendapatkan kenikmatan yang baik dari Allah; mereka tidak pernah menyekutukan-Nya.

Dalam Al-Qur'an, Allah memberikan gambaran kepada kita tentang sifat para nabi dan rasul ini. Misalnya, Musa (as) memperkenalkan dirinya kepada kaumnya di mana dia tinggal:

"Sesungguhnya, sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (dengan berkata), "serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israel yang kamu perbudak). Sesungguhnya, aku adalah utusan Allah yang dipercaya kepadamu." (QS Ad-Dukhaan : 17-18)

Tidak diragukan, kaum-kaum tersebut biasanya tidak mampu untuk menghargai sifat penting dari para nabi dan rasul ini. Selain itu, penolakan untuk melepaskan cara hidup yang dungu yang mereka perturutkan selama ini dan penolakan untuk hidup dengan agama yang benar yang disampaikan oleh para nabi kepada mereka, biasanya mereka tunjukkan dengan sikap intoleran kepada para utusan Allah tersebut.

Hanya setelah beberapa saat berlalu, mereka baru memahami bahwa para nabi itu terpercaya. Nabi Yusuf (as) adalah salah satu contoh yang baik yang bisa dikemukakan di sini. Dia telah diuji dengan berbagai kesulitan selama periode yang tidak sebentar; pertama-tama,  dijual sebagai seorang budak dan kemudian dipenjara selama beberapa tahun. Namun, atas kehendak Allah, ketika waktunya tiba, dia dikenali sebagai seorang yang terpercaya oleh manusia dan raja memberikannya kepercayaan sebagai bendahara negara:

Dan raja berkata, "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat kepadaku." Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata, "Sesungguhnya, kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami" (QS Yusuf : 54)

Sifat-sifat para nabi ini yang disebutkan dalam Alquran juga akan dapat diamati pada diri Nabi Isa. Pada saat kedatangannya yang kedua ke bumi, sebagai seorang yang tidak pernah mengubah hukum Allah, dia akan dikenal karena sifat keterpercayaannya.

Allah akan menyediakan pertolongan-Nya untuknya, sebagaimana yang telah Dia perbuat kepada seluruh nabi dan rasul yang lain, dan seiring waktu, sifatnya yang terpercaya akan termanifestasi.


5. Dia di bawah perlindungan Allah SWT
''Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapatkan pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.'' (QS As-Shaaffaat : 171-173)

Allah telah menganugerahkan kemuliaan kepada para utusan-Nya atas manusia lainnya. Dia memberikan kekuatan kepada mereka untuk mengalahkan musuh-musuh mereka dan melindungi mereka dalam melawan semua kelompok musuh. Pada saat berada dalam tahap pengambilan keputusan atau pada saat pelaksanaan suatu rencana, Allah selalu mendukung mereka.

Salah satu tanda lain bagi umat yang beriman yang sedang menanti Nabi Isa, utusan Allah, adalah pemberiannya dalam membuat semua yang dilakukannya berakhir dengan keberhasilan. Misalnya, keputusan atau metode yang digunakannya, semua itu membawa hasil nyata bagi dirinya sendiri dan umat manusia di sekelilingnya. Benarlah, beberapa peristiwa yang tampaknya bertentangan dengan kemaslahatan publik akan segera terbukti sebaliknya.

Peristiwa-peristiwa seperti itu akan mengindikasikan keabsahan putusannya. Hal tersebut terjadi karena Allah memberikan keyakinan kepada para utusan-Nya bahwa, di bawah kondisi apa pun, mereka akan tetap memperoleh kemenangan. Karena itu, kedatangan Nabi Isa yang kedua akan menjadi sangat berbeda dari kedatangannya yang kali pertama karena yang kali kedua ini ia akan menang di bawah panji Islam. Janji ini menjamin seluruh kesuksesan Nabi Isa akan tercapai pada misinya.

Tentu akan menjadi begitu jelas bahwa hal ini akan menarik perhatian umat yang beriman untuk mengikutinya. Sementara itu, para musuhnya juga akan mengamati tabiat yang luar biasa dari situasi ini, namun mereka akan gagal untuk mengenali bahwa ini merupakan petunjuk yang nyata dari Allah. Gerak-geriknya yang selalu membawa kebaikan, akan tetap menjadi suatu misteri bagi mereka.

Hal tersebut mudah dipahami karena tujuan utama mereka dalam kehidupan ini adalah untuk menghadang orang-orang yang berbeda ini, yang mereka anggap sebagai "seorang manusia seperti diri mereka sendiri". Akan tetapi, sebagaimana dinyatakan dalam ayat, "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (QS Yunus : 103)

Allah akan mengupayakan seluruh usaha mereka menjadi tidak berarti dan menolong para utusan-Nya. Komplotan-komplotan tersebut, yang berusaha atau berjuang menentangnya, tidak akan pernah berhasil.


6. Dia tidak akan memintah upah untuk pengabdiannya
Seluruh nabi dan rasul yang dikisahkan dalam Alquran berusaha keras untuk mengabdi di jalan Allah tanpa meminta balasan sebagai upah. Hanya satu yang mereka harapkan, yaitu keridhaan Allah. Bukan dunia tujuan mereka dan bukan keuntungan materi yang mereka inginkan dari umat manusia. Salah satu ayat dalam Alquran menjelaskan kebaikan dari para nabi ini,

''Hai kaumku, aku tidak memintah upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?'' (QS Huud : 51)

Kebaikan yang umumnya dimiliki oleh para utusan Allah ini juga akan tampak para diri Nabi Isa AS. Pada kedatangannya yang kedua, dia akan menyeru umat manusia di seluruh dunia kepada agama yang benar yang berasal dari Allah. Akan tetapi, kita pun seharusnya mengingat bahwa, sebagaimana dalam seluruh aspek, hanya umat yang berimanlah yang akan mengenali dan menghargai sifat-sifatnya.

Selain itu, meskipun musuh-musuhnya mengenalinya, mereka akan menyebarkan fitnah tentang dia, yang merupakan pengulangan sejarah terhadap apa yang pernah diamali oleh para nabi dan rasul terdahulu. Yang paling mungkin, fitnah-fitnah ini adalah termasuk "bahwa dia sedang mencoba mendapatkan keuntungan pribadi".

Yakinilah, Allah akan membuktikan ketidakbenaran fitnah-fitnah ini dan menolongnya, sebagaimana Dia telah memberikan petunjuk untuk melakukan kebaikan-kebaikan.


7. Dia pengasih dan penuh rahmat kepada umat yang beriman
Sifat lainnya yang dimiliki oleh para utusan Allah adalah "rasa kasih dan sayang" mereka terhadap orang-orang yang beriman. Bersikap kasih dan sayang kepada orang-orang yang beriman yang mengikuti mereka, telah membuat semua utusan Allah berusahak keras untuk meningkatkan karakter umat yang beriman untuk kebaikan mereka baik di dunia maupun di akhirat.

Sifat yang paling berbeda yang dimiliki Nabi Isa AS adalah rasa belas kasihnya kepada umat yang beriman. Allah menerangkan sifat ini, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan juga murapakan sifat umum yang dimiliki seluruh utusan Allah,

"Sesungguhnya, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (kebaikan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin". (QS At-Taubah : 128)

Nabi Isa juga akan mempunyai "perhatian yang mendalam" terhadap umat yang beriman di sekelilingnya. Ketulusan yang melekat pada dirinya ini akan memberikan satu bukti konkret bahwa dia adalah Yesus (Isa) (as) yang riil.


Dia tak akan mempunyai sanak saudara, keluarga, atau kerabat di Bumi
Nabi Isa akan dikenali dengan sifat-sifatnya yang telah disebutkan dalam Al -Qur'an. Walaupun demikian, ada beberapa faktor yang dapat menyingkap identitasnya. Tidak diragukan, salah satunya akan menjadi fakta bahwa dia tidak akan mempunyai sanak saudara, keluarga, ataupun kerabat di muka bumi ini. Tentu, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya ketika dia datang ke bumi untuk kali kedua.

Tidak ada seorang pun yang akan keluar dan mengatakan, "Saya telah mengenalnya sejak dulu. Saya telah melihatnya ketika...," secara spontan karena orang-orang yang pernah mengetahuinya, hidup dan meninggal dua ribu tahun yang lalu. Selanjutnya, tidak ada seorang pun yang telah menyaksikan proses kelahirannya, masa kecilnya, masa muda atau dewasanya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui persis tentang dirinya.

Nabi Isa hadir kembali atas perintah Allah, perintah "jadilah!" Setelah beribu tahun, adalah sesuatu yang alami bahwa dia tidak mempunyai sanak saudara di muka bumi. Allah menggambarkan suatu analogi antara kondisi Nabi Isa dan Adam (as):

''Sesungguhnya, misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah!"  maka jadilah dia.'' (QS Al 'Imran : 59)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, Allah memberikan perintah "Jadilah!" kepada Adam dan kemudian dia tercipta. Cara Isa terlahir pada waktu kali pertamanya juga sama meskipun dia mempunyai seorang ibu.

Adam tidak mempunyai seorang ibu. Adam tidak mempunyai orang tua begitu juga Nabi Isa untuk kedatangannya yang kali kedua. [Referensi : Republika Online - Editor : KAJ]

Download Ebook Panduan MUI "Mengenal Dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah Di Indonesia" Gratis

Download Ebook Panduan MUI - Mengenal Dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah Di Indonesia - Gratis
Download Ebook Panduan MUI "Mengenal Dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah Di Indonesia" Gratis | Kisah Akhir Jaman - Tugas menjaga keselamatan aqidah sesama muslim secara lembaga di Indonesia memang berada di tangan MUI. secara jelas dicantumkan bahwa salah satu wewenang MUI adalah menetapkan fatwa yang terkait dengan masalah aqidah yang menyangkut kebenaran dan kemurnian keimanan umat Islam di Indonesia. Fatwa MUI tentang masalah aqidah tersebut dimaksudkan sebagai pedoman dan bimbingan kepada umat mengenai paham yang banyak berkembang di masyarakat.

Namun demikian bukan berarti anggota masyarakat muslim berlepas tangan untuk saling menjaga aqidah saudaranya. Kita semua sesama Muslim Muslim harus saling menjaga dan mengingatkan saudara seiman kita untuk menjaga aqidah Islam dan Melawan segala bentuk penyelewengan aqudah yang mengatasnamakan Islam.

Daftar Isi :
  1. Sejarah Syi'ah
  2. Syi'ah Rafidah
  3. Penyimpangan Ajaran syi'ah
  4. Penyimpangan Faham tentang Orisinalitas Al-Qur'an
  5. Penyimpangan Faham Tentang Ahli Bait Rasul SAW dan Mengkafirkan Sahabat Nabi
  6. Penyimpangan Faham Syi'ah Mengkafirkan Umat Islam
  7. Penyimpangan Faham Tentang Kedudukan Imam Syi'ah
  8. Penyimpangan Faham Tentang Hukum Nikah Mut'ah
  9. Pergerakan Syi'ah Di Indonesia dan Penyebarannya
  10. Potensi Konflik Syi'ah dan Sunni di Indonesia
  11. Perkembangan Kelompok Syi'ah di Indonesia dan Metode Penyebarannya.
  12. Lima Poros Persebaran Syi'ah di Indonesia
  13. Sikap dan Respon Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Faham Syi'ah
  14. Fatwa dan Pernyataan Ulama Indonesia Tentang Hakikat dan Bahaya Syi'ah

Download Ebook

Judul : Mengenal Dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah Di Indonesia
Penulis : Tim MUI Pusat
Size Ebook : 30 MB





Atau 



Di Akhir Zaman, Kaum Muslim Akan Berdamai Dengan Bangsa Rum

Di Akhir Zaman, Kaum Muslim Akan Berdamai Dengan Bangsa Rum
Di Akhir Zaman, Kaum Muslim Akan Berdamai Dengan Bangsa Rum | Kisah Akhir Jaman - Dalam sebuah hadits yang panjang Rosulullah Saw menjelaskan peristiwa ini: “Kalian (kaum muslimin) akan mengadakan perdamaian dengan Bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh di belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit bukit. Maka berdirilah seorang laki laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda Salib dan berkata, ‘Salib telah menang’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara”. [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah]

Dan Rasulullah Saw juga bersabda, “Kalian akan memerangi Jazirah Arab, maka Allah akan menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Persia, maka Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Bangsa Romawi, maka Allah menaklukannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal, maka Allah pun mengalahkannya untuk kalian”. [HR. Muslim]

Mungkin dari hadits kedua tersebut banyak dari kita seakan tidak habis pikir dan menimbulkan pertanyaan, kenapa Arab harus di perangi?? (padahal Islam berasal dari sana yaitu Bangsa Arab) padahal, hari ini sepertinya Arab adalah Negri negri yang sangat Islami . Beberapa penulis kontemporer mencoba menjawab dari hadits tersebut (yang tentunya di lihat dengan realitas di lapangan dan membuat satu kesimpulan akan kebenaran hadits tersebut dan kebenaran nubuwah kenabian) bahwa negara negara Arab telah di kuasai oleh undang undang kafir dan loyal terhadap orang orang kafir. Oleh sebab inilah Arab diperangi. Fakta di lapangan pun mengarah kesana.

Banyak para ulama’ yang aqidahnya lurus dan vokal dalam menyuarakan kebenaran di penjarakan oleh rezim setempat (di penjara penjara rahasia). Mereka bergandeng tangan dengan orang kafir dalam slogan ‘Perang Terhadap Terorisme’, padahal sejatinya hal itu dilakukan agar pemerintahannya itu tidak di goyang dan di lengserkan oleh orang orang yang aqidahnya lurus (yang menginginkan syari’at Allah tegak di muka bumi). Sedangkan kesalahan awal yang di perbuat pemimpin arab dan berbuntut hingga hari ini adalah mengundang kekuatan kafir masuk ke jazirah Arab ketika perang Irak Kuwait.

Sehingga sampai sekarang sedikit demi sedikit kerusakannya kian kelihatan. Kalaupun hukum Islam masih ada dan berjalan itupun hanya sebagian kecil saja dan untuk menutupi kebobrokan yang ada di dalamnya. Ada sebagian ulama’ kontemporer mencoba memberikan analisanya tentang di peranginya Bangsa Persia (iran). Mengapa mereka di perangi?? Karena umumnya Bangsa Persia saat ini menganut aqidah Syi’ah. Yang mana para Ulama’ salaf dan menurut aqidah ahlus sunnah wal jama’ah syi’ah bukan bagian dari Islam dan sudah keluar dari Islam.

Oleh karena itu kenapa kita bisa melihat di media bahwa mujahidin yang ada di Irak ikut melibas orang orang Syi’ah sebagaimana mujahidin melibas orang orang kafir, karena syi’ah adalah sekte tersendiri di luar Islam (dengan mengatas namakan Islam). Yang mana sekarang ini mereka (orang orang Syi’ah) sedang menggalang kekuatan membentuk Persia Raya (sebagaimana orang Yahudi juga membentuk Israel Raya karena, NB : mereka diam -diam juga meyakini kebenaran nubuwah kenabian dan hal itu bakal terjadi).

Sedangkan Bangsa Rumawi yang akan berdamai dengan Umat Islam nantinya adalah Amerika dan Barat sdangkan menurut prediksi SHEIKH IMRAN HUSEIN, RUM yg dimaksud adalah ROMAWI BYZANTIUM (kristen ortodox) umat islam nantinya akan berdamai dan bersekutu dengan RUSIA . Yang hal tersebut bersifat sementara, yang pada akhirnya juga akan berperang dengan mereka, yang mana hal itu terus berlangsung hingga turunnya Dajjal dan Umat Islam memerangi Dajjal . Demikianlah uraian dari makna hadits di atas yang di tegaskan oleh Syeikh Muhammad Hasan [MKYDMI]

Kiamat Terjadi Pada Hari Jumat

Kiamat Terjadi Pada Hari Jumat
Kiamat Terjadi Pada Hari Jumat | Kisah Akhir Jaman - Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan,” (HR. Muslim no. 854).

Dalam hadist ini sudah disebutkan secara gamblang bahwa kiamat hanya akan terjadi pada hari Jum’at. Bagi kaum Muslimin, Jumat adalah hari yang utama dalam sepekan. Juga pada hari tersebut Adam diciptakan, di hari itu pula beliau dimasukkan dalam surga, juga pada hari tersebut beliau dikeluarkan dari surga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at” (HR. Muslim no. 854)

Beberapa faedah dari hadits di atas:
  1. Hadits di atas menyebutkan keistimewaan hari Jum’at dibanding hari-hari lainnya. Hari Jum’at adalah hari terbaik dalam sepekan. Sedangkan hari Arofah adalah hari terbaik dalam setahun.

  2. Dalam hadits di atas tidak semuanya menyebutkan keutamaan hari Jum’at. Mengenai keluarnya Adam dari surga dan terjadinya kiamat tidaklah teranggap sebagai keutamaan hari Jum’at namun menceritakan mengenai perkara besar yang nanti akan terjadi. Demikian penjelasan Al Qodhi ‘Iyadh.

  3. Hadits tersebut menunjukkan bahwa seorang hamba di hari Jum’at hendaklah mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sholih supaya mendapatkan rahmat Allah dan tercegah dari murka Allah. Demikian juga penjelasan dari Al Qodhi ‘Iyadh.

  4. Hari kiamat disegerakan sebagai balasan bagi para nabi, shiddiqin, para wali Allah dan selainnya, juga untuk menampakkan karomah dan kemuliaan mereka.
(Disarikan dari Syarh Muslim, Imam Nawawi, 6: 142)

Namun kapan tanggal pasti kiamat itu datang, tidak ada yang mengetahuinya. “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63). - [MKYDI]

Kapan Permulaan Akhir Zaman...?

Kapan Permulaan Akhir Zaman...?
Kapan Permulaan Akhir Zaman...? | Kisah Akhir Jaman - Sejak diutusnya Muhammad bin Abdullah menjadi nabi, Allah subhaanahu wata’aala sudah memvonis bahwa umat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah umat akhir zaman. Pengertian akhir zaman ini sudah sejak diutusnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang merupakan nabi terkahir. Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima masa.

Pertama adalah masa kenabian yaitu saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam masih hidup. Kemudian masa Khulafaur Rasyidin, dimulai dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Masa selanjutnya adalah masa raja-raja menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib hingga runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Masa keempat adalah masa maalikan jabariyan (penguasa diktator). Dan terakhir, masa kembalinya sistem khilafah.

Saat ini kita hidup di masa yang mana?

Sekarang adalah masa penguasa diktator, dan sedang gencar-gencarnya. Umat Islam sedang kalah. Namun itu sudah sunatullah, ada kalanya menang dan ada kalanya kalah. Kita pun harus optimis bahwa akan tiba waktunya umat Islam memperoleh kemenangan.

Kapan Permulaan Akhir Zaman...?

Apakah kelak penguasa diktator itu bisa dikalahkan kaum muslimin?

Begitulah menurut hadits. Kita akan berperang melawan Yahudi, dan Yahudi akan hancur. Yahudi akan diburu sampai manapun, sampai-sampai pohon dan batu pun berbicara, “Hai kaum muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi.” Yang tidak berbicara adalah pohon gharqad (semacam kaktus) yang merupakan pohon Yahudi. Dan jangan heran, sekarang pohon ini banyak ditanam oleh orang-orang Yahudi untuk berlindung dari serangan kaum muslimin.

Apakah yang dimaksud Yahudi ini adalah khusus yang di Israel atau juga yang termasuk di negara-negara lain?
Yang pasti adalah Yahudi Israel. Kalaupun kemudian Yahudi yang lain pindah ke Israel, ya wallaahu ‘alam. Dan Yahudi yang pindah ke Israel itu berarti menyatakan diri sebagai musuh umat Islam.

Dalam sebuah hadits disebutkan, sebelum akhir zaman tiba, umat Islam akan berdamai dengan bangsa Rum. Bangsa mana bangsa Rum itu? Sebagian cenderung menafsirkannya bangsa Eropa. Alasannya bersifat historis. Bangsa Arab diapit oleh dua peradaban besar, yaitu peradaban Barat (Romawi) dan Timur (Persia). Peradaban Barat dipengaruhi oleh tradisi-tradisi ahlul al-kitab (Yahudi atau Nashrani). Timur dipengaruhi oleh kemusyrikan dan paganisme. Memang, sekarang ada perluasan akibat globalisasi. Timur tidak hanya Persia, tapi juga China, India, dan yang lainnya. Mereka bukan berkategori ahlul al-kitab, tapi disebut al-Adyaan al-Ardhiyah atau agama-agama Bumi yang didominasi paganisme.

Apakah sekarang perdamaian itu sudah berlangsung?

Sedang berjalan, meski semu. Kenapa? Karena yang kini memimpin dunia bukanlah amiirul mu’minin. Pemimpinnya adalah kalangan Rum, yang mengandalkan tradisi campur aduk dengan kebatilan sehingga muncul kedzaliman dan ketidak-adilan. Perdamaian yang sekarang lebih tepat diartikan sebagai “kesepakatan untuk tidak berperang”. Ini terjadi sejak berakhirnya penjajahan resmi oleh bangsa Rum terhadap negeri-negeri kaum Muslimin.

Tampaknya ada kontradiksi. Kaum Muslimin berdamai dengan bangsa Rum, tapi saat ini Rum justru dekat dengan musuh abadi umat Islam, yaitu Yahudi. Meski lebih tepatnya bukan dekat, melainkan bangsa Rum sendiri memang sudah campur aduk. Ada Nashrani dan Yahudi sehingga disebut Judeo-Chistian civilization (peradaban Yahudi-Nashrani).

Ada hadits yang menyatakan bahwa di akhir zaman Irak akan diboikot oleh bangsa Rum. Dan hal ini sudah terjadi dan sedang berjalan.

Apa yang akan terjadi setelah itu?

Agak sulit kalau mau dirangkai secara kronologis. Namun di antara tanda-tanda menjelang batas akhir adalah tanda-tanda kecil yaitu mengeringnya Sungai Eufrat dan ditemukannya gunung emas di bawah sungai itu. Pasukan dari berbagai bangsa akan berduyun-duyun memperebutkan emas tersebut. Tiap 100 manusia datang, 99 di antaranya tewas karena berebut emas. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang kaum Muslimin ikut dalam perebutan emas ini.

Apakah itu berupa serangan Amerika Serikat dan sekutunya pada Irak?

Kalau itu bisa dianggap berebut minyak atau emas hitam. Apakah kelak akan ditemukan emas dalam arti sebenarnya, bukan emas hitam? Diyakini itu memang emas yang sebenarnya. Isyarat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak cuma bersifat maknawi tapi juga hakiki. Seperti isyarat akan munculnya Imam Mahdi, itu bukan kiasan. Sosok Imam Mahdi memang ada. Begitu juga dengan Dajjal. Dajjal adalah oknum atau person. Saat ini oknum Dajjal belum muncul, meskipun sistem Dajjal sudah bisa kita rasakan. [islampos]


Bencana Alam Dan Isyarat Akhir Zaman Dari Rasulullah

Bencana Alam Dan Isyarat Akhir Zaman Dari Rasulullah
Bencana Alam Dan Isyarat Akhir Zaman Dari Rasulullah | Kisah Akhir Jaman - “Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”

Apa yang kita saksikan dari beragam bencana alam di negeri ini juga di berbagai belahan dunia lainnya, sejatinya adalah bukti akan kebenaran nubuwat Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dalam berbagai sabdanya. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak akan tiba hari kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.”

Diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sakuni, beliau berkata:
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”

Dua nubuwat ini dengan jelas menyebutkan bahwa gempa bumi merupakan isyarat yang paling nyata akan dekatnya akhir zaman, bahkan ia juga merupakan salah satu ciri dekatnya kedatangan Al-Mahdi yang juga akan disusul dengan kedatangan Dajjal. Kemunculan Al-Mahdi beberapa tahun sebelum keluarnya Dajjal adalah masa-masa yang sangat mengerikan lantaran kondisi dunia yang akan mengalami keguncangan hebat dan manusia akan memasuki kondisi kekeringan yang paling ekstrim. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanam- tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijaupun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang tidak dikehendaki Allah. Para shahabat bertanya, ”Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” [muslimcommunity]

Tanda Akhir Jaman : Manusia Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan

Tanda Akhir Jaman : Manusia Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan

Tanda Akhir Jaman : Manusia Berlomba-Lomba Meninggikan Bangunan | Kisah Akhir Jaman - Ini adalah salah satu tanda Kiamat yang muncul dekat dengan masa kenabian. Setelah itu menyebar sehingga manusia berbangga-bangga membuat bangunan tinggi dan menghiasi rumah. Hal itu disebabkan karena dunia dibentangkan kepada kaum muslimin dan melimpahnya harta digenggaman mereka setelah banyaknya penaklukan. Demikianlah keadaannya dalam waktu yang lama hingga banyak dari mereka yang tunduk pada dunia, dan penyakit umat sebelum mereka menjalari mereka, yaitu berlomba-lomba mengumpulkan harta dan menggunakannya pada tempat yang tidak layak menurut pandangan agama, hingga orang-orang badui dan yang semisalnya dari kalangan orang-orang fakir dilapangkan untuk memperoleh dunia seperti yang lainnya. Mereka mulai mendirikan bangunan bertingkat dan berlomba-lomba di dalamnya.

Semua hal ini telah terjadi, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Jibril Alaihissallam ketika ia bertanya tentang waktu terjadinya Kiamat:

وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْـرَاطِهَا... (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَإِذَا تَطَاوَلَ رِعَاءُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا.

“Akan tetapi aku akan menyebutkan kepadamu tanda-tandanya… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) jika para pengembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah di antara tanda-tandanya.” [1]

Sementara dalam riwayat Muslim diungkapkan:

وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ.

“Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.” [2]

Dan dijelaskan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:

يَا رَسُـولَ اللهِ، وَمَنْ أَصْحَابُ الشَّاءِ وَالْحُفَاةُ الْجِيَـاعُ الْعَالَةُ قَالَ: اَلْعَرَبُ.

“Wahai Rasulullah, dan siapakah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang Arab.” [3]

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ... حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ.

“Tidak akan datang hari Kiamat… hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan.” [4]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Makna berlomba-lomba meninggikan bangunan adalah setiap orang yang membangun rumah ingin jika rumahnya itu lebih tinggi daripada yang lainnya. Mungkin pula maknanya adalah berbangga-bangga dengan memperhias dan memperindahnya, atau makna yang lebih umum dari itu. Hal itu telah banyak ditemukan bahkan bertambah banyak.”[5]

Hal ini telah nampak dengan jelas di masa sekarang ini. Orang-orang banyak berlomba mendirikan bangunan, merasa bangga dengan ketinggian, luas, dan keindahannya, bahkan masalah ini sampai pada pembangunan gedung pencakar langit yang terkenal di Amerika dan negeri-negeri lainnya.

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] - MKYDMI

_______o0OO00_______

[1]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Iimaan, bab Su-aalul Jibriil an-Nabiyya J ‘anil Iimaan wal Islaam, bab Bayaanul Iimaan wal Islaam wal Ihsaan (I/161-164).
[2]. Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanul Iimaan wal Islaam wal Ihsaan (I/158, Syarh an-Nawawi).
[3]. Musnad Ahmad (IV/332-334, no. 2926), Syarah Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”
Al-Haitsami berkata, “Ahmad dan al-Bazzar meriwayatkan dengan yang semisalnya… dan di dalam sanad Ahmad ada Syahr bin Hausyab.” (Majma’uz Zawaa-id I/38-39).
Al-Albani berkata, “Sanad ini tidak mengapa.” Lihat kitab Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah.” (III/ 332, no. 1345). 
[4]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab (tanpa bab) (XIII/81-82, al-Fat-h).
[5]. Fat-hul Baari (XIII/88).


Kehidupan Setelah Kematian Dajjal

Kehidupan Setelah Kematian Dajjal
Kehidupan Setelah Kematian Dajjal | Kisah Akhir Jaman - Setelah matinya Dajjal, manusia kemudian hidup dengan damai selama 7 tahun. Tidak ada permusuhan di antara mereka. Sampai akhirnya Allah mengutus angin yang sejuk dari arah Syam. Maka setiap orang yang di dalam hatinya memiliki kebaikan dan iman walaupun seberat biji sawi, akan dicabut nyawanya. Sampai-sampai seandainya seseorang masuk ke tengah gunung niscaya angin itu akan mengejar dan mencabut nyawanya.

Maka tinggallah orang-orang yang jahat di muka bumi. Mereka hidup seperti burung (berlomba dalam kejahatan) dan berjiwa seperti binatang buas yang saling bermusuhan dan mendholimi. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak syaithon di tengah-tengah mereka, ia berkata, “Tidakkah kalian menyambutku?” Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?”

Maka syaithon memerintahkan mereka agar menyembah berhala. Padahal ketika itu mereka mendapat rizki yang terus mengalir dan kehidupan mereka makmur sekali. Kemudian ditiuplah sangkakala tanda hari kiamat telah datang. Tidak seorangpun mendengarnya melainkan mengalihkan perhatian dan mengangkat kepala.

Orang yang pertama kali mendengarnya adalah orang yang sedang memperbaiki telaga untanya. Maka orang itu kemudian mati. Selanjutnya mati pula seluruh manusia. Kemudian Allah menurunkan hujan gerimis. Maka tumbuhlah jasad-jasad manusia karenanya (kembali ke asal penciptaannya). Kemudian ditiuplah sangkakala untuk kedua kalinya. Saat itu bangkitlah manusia untuk menunggu (keputusan Allah).

Kemudian dikatakan “Wahai sekalian manusia marilah menghadap Rabb kalian. Tegakkan mereka karena mereka kan ditanya oleh Allah.”

Kemudian dikatakan, “Keluarkanlah bagian untuk menjadi penghuni neraka.”

Terdengar jawaban “Berapa?”

“Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan untuk jadi bagian penghuni neraka”

Maka itulah hari kiamat yang membuat anak kecil segera beruban (putih rambutnya), dan pada hari itu terbukalah segala kedahsyatan. [Sumber : Hadist Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, riwayat Muslim dalam Riyadhus Sholihin No.1810] - [Sumber Artikel : MKYDMI]